TRADISI MASSEMBE DALAM UPACARA PERNIKAHAN PRESPEKTIF TINJAUAN HUKUM ISLAM DI DESA BONELEMO BARAT KECAMATAN BAJO KABUPATEN LUWU

FAJAR, MALIK (2022) TRADISI MASSEMBE DALAM UPACARA PERNIKAHAN PRESPEKTIF TINJAUAN HUKUM ISLAM DI DESA BONELEMO BARAT KECAMATAN BAJO KABUPATEN LUWU. Other thesis, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.

[thumbnail of MALIK FAJAR.pdf] Text
MALIK FAJAR.pdf

Download (743kB)

Abstract

ABSTRAK
Malik Fajar, “Tradisi Massembe Dalam Upacara Pernikahan Prespektif Tinjauan
Hukum Islam Di Desa Bonelemo Barat Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu”
Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah Institut Agama
Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Dr. Hj. Andi Sukmawati., S.Ag.,
M.Pd dan Dr. Anita Marwing, S.HI., M.HI.
Skripsi yang berjudul , “Tradisi Massembe Dalam Upacara Pernikahan Prespektif
Tinjauan Hukum Islam Di Desa Bonelemo Barat Kecamatan Bajo Kabupaten
Luwu” ini merupakan hasil penelitian lapangan yang bertujuan untuk menjawab
permasalahan bagaimana proses massembe dalan upacara pernikahan masyarakat
dan makna yang terkandung dalam tradisi massembe tersebut juga untuk
mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap tradisi massembe dalam upacara
pernikahan masyarakat di desa Bonelemo barat kecamatan Bajo barat Kabupaten
Luwu. Data penelitian disajikan dengan menggunakan metode deskriptif yaitu
menjelaskan secara rinci fakta yang ada dengan menggunakan pola pikir deduktif
yaitu pola pikir yang berangkat dari hal-hal yang bersifat umum, yaitu aturan
hukum Islam yang menjelaskan tentang masalah pernikahan dan larangan nikah.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses seserahan atau massembe yang
dilakukan oleh mempelai pengantin laki-laki untuk membawakan seserahan kepada
pengantin mempelai wanita, yang dimana pembawa seserahan itu adalah keluarga
dari mempelai laki-laki itu sendiri. Makna massembe dalam pernikahan masyarakat
di desa bonelemo barat, Dalam proses pernikahan adat Bugis Luwu di Desa
Bonelemo Barat, mempunyai, waktu, hari dan bulan yang baik. Tinjaun Hukum
islam terhadap proses pernikahan massembe, Mengenai dengan uang hantaran
dalam sebuah perkawinan itu berdasarkan dua keadaan yaitu, hukum syara’ dan
hukum adat masyarakat setempat, maka dari itu, lahirnya dua praktek pemberian
wajib dan adat perkawinan dalam masyarakat, yaitu mahar dan uang hantaran.
Kata Kunci : Tradisi Massembe dalam Upacara Pernikahan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 200 Agama > 2X4.3 Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Program Studi S-1 Hukum Keluarga
Depositing User: Harding Sulu
Date Deposited: 14 Feb 2023 08:15
Last Modified: 14 Feb 2023 08:15
URI: http://repository.iainpalopo.ac.id/id/eprint/5309

Actions (login required)

View Item View Item